Berkebun

Arsitektur Lansekap Desain Toyon

Arsitektur Lansekap Desain Toyon



We are searching data for your request:

Forums and discussions:
Manuals and reference books:
Data from registers:
Wait the end of the search in all databases.
Upon completion, a link will appear to access the found materials.

Arsitektur Lansekap Desain Toyon

Praktik arsitektur lansekap lahir pada awal 1960 -an di Jepang. Arsitek lansekap Jepang Tadao Ando dan muridnya, Kaoru Mori menciptakan 'arsitektur lansekap' pada tahun 1964. Dengan fokus pada lanskap alam dan budaya, keduanya mempromosikan dan merancang taman dan taman dengan unsur -unsur naturalistik seperti vegetasi. Pada tahun 1966, istilah ini digunakan di American Institute of Architecture dalam sebuah artikel berjudul: 'Arsitektur Lansekap Tadao Ando dan Keiichi Matsudaira' oleh Robert Houser. Pada tahun 1970, Badan Perlindungan Lingkungan AS menyatakan kata 'arsitektur lansekap' sebagai istilah resmi pertama yang menggambarkan arsitektur lansekap. Setelah ini, istilah arsitektur lansekap diterima secara luas di seluruh dunia. Praktik ini didirikan di Eropa pada tahun 1971 oleh Peter Bober dan arsitek lansekap lainnya yang mulai membuat proyek 'arsitektur lansekap'. Baru pada tahun 1988 istilah 'arsitektur lansekap' digunakan oleh Asosiasi Arsitek Lansekap Jepang. Baru pada abad ke -21 ada sekolah arsitektur lansekap di Jepang. Tadao Ando dan Matsutake Shirota mendirikan NTT Design and Communication Science Institute pada tahun 1998. Tadao Ando meninggal pada 9 Mei 2012.

Latar belakang

Pada tahun 1960 -an, praktik arsitektur lansekap lahir di Jepang. Sejauh yang saya tahu, Jepang pertama kali menciptakan arsitektur lansekap dengan fokus pada lanskap alam dan budaya. Arsitek lansekap Jepang Tadao Ando dan muridnya, Kaoru Mori menciptakan 'Arsitektur Lansekap' pada tahun 1964. Dengan fokus pada lanskap alam dan budaya, keduanya mempromosikan dan merancang taman dan taman dengan unsur -unsur naturalistik seperti vegetasi. Arsitek lansekap Jepang Tadao Ando, ​​misalnya, menyatakan: "Kami telah peduli dengan bagaimana mendamaikan alam dan budaya, keindahan dan penggunaan, sejak awal 1960 -an". Pada tahun 1966, istilah 'arsitektur lansekap' digunakan di American Institute of Landscape Architecture. Pada tahun 1991, praktik arsitektur lansekap mulai terbentuk di Jepang. Arsitek lansekap Jepang menciptakan sejumlah proyek lanskap dengan merancang dan membangun taman dan kebun alami. Arsitektur lansekap alam menjadi lazim di Jepang dengan arsitek lansekap Jepang, Terunobu fujimori. Terunobu Fujimori mulai merancang 'arsitektur lansekap' pada awal abad ke -21. Pada 2010, Asosiasi Arsitek Lansekap Jepang mulai membuat istilah 'arsitektur lansekap' diketahui. Terunobu Fujimori meninggal pada 9 Mei 2012.

Objektif

Arsitek lansekap Jepang telah berfokus pada 'arsitektur lansekap' sejak awal 1970 -an. Praktek arsitektur lansekap menekankan aktivitas manusia yang membentuk lanskap alami. Sebagian besar proyek lanskap Jepang memiliki fokus pada masalah sosial. Ini berfokus pada menciptakan lingkungan yang secara estetika menyenangkan serta mempromosikan kebaikan sosial. Salah satu contohnya adalah 'Nakagin Capsule Walkway', yang dibuat oleh Arsitek Lansekap, Terunobu Fujimori. Jalan kapsul nakagin mencakup tujuh kapsul yang dapat pas hingga enam orang per kapsul. Setiap kapsul dapat menyelenggarakan acara sosial yang berbeda seperti makan malam atau pertemuan bisnis. Arsitektur kapsul menciptakan ruang alami. Ruang ini digunakan untuk pertemuan sosial atau kegiatan komunitas.

Praktik arsitektur lansekap juga berkaitan dengan penciptaan lanskap budaya. Lanskap budaya adalah situs warisan budaya, seperti taman tradisional Jepang, atau situs di mana budaya Jepang telah ada sejak lama. Lansekap budaya dapat dipandang sebagai cerminan dari 'arsitektur lansekap'. Lanskap budaya juga dapat menjadi tempat pendidikan dan penelitian. Ada kebun budaya di Jepang yang dijalankan oleh Asosiasi Lansekap Jepang. Taman budaya ini dirancang oleh arsitek lansekap Jepang. Yang paling terkenal adalah Taman Budaya Tachibana. Desain taman berfokus pada budaya tradisional Jepang. Desain taman dikembangkan pada tahun 2002. Ini adalah karya arsitektur yang mencakup pembangunan dua kolam, taman bambu, dan penggunaan desain rumah tradisional. Seorang desainer Jepang, Satoru Yamazaki, adalah perancang proyek. Proyek ini telah menerima Penghargaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang untuk kontribusinya pada seni Jepang.

Arsitek lansekap Jepang telah menggunakan berbagai proyek desain lansekap yang berbeda. Salah satu proyek adalah proyek 'Tsuruoka Tama-no-ici-Jo' oleh Isamu Kita.This garden includes seven large ponds as well as several smaller ponds. There are two small bridges connecting the ponds. The ponds are made to have a clear water system that is considered beautiful in Japan. Some of the ponds are stocked with various types of fish that creates a natural habitat for the fish. Another project is the Suzuka Japanese Pavilion. The Suzuka Japanese Pavilion is a 'Museum, Art Gallery and Educational Facilities'. This project is also known as the 'Sanshiro Kusaba Museum of Art'. It has some gardens within the Suzuka Japanese Pavilion. The gardens are known as 'Furu' and 'Kumagai', which has been the main design. It was designed by Isamu Kita.

Japanese gardens are different from other country's gardens. One of the main reasons why Japanese garden design is so successful is the idea of 'borrowing' from nature. It is well-known for its use of the natural landscape in the design of the Japanese garden.

Negara-negara lain

Kanada

Canada has also created a great number of Japanese gardens during its long history. One of the most successful Japanese gardeners is Thomas Mitchell of Ontario. Mitchell's first garden design was the Canadian Rocky Mountain Park. This garden is located in the city of Banff. This park is known for its Japanese garden and the design process of the project has been published. The garden is also known for its beautiful scenery. Another notable project is the Canadian National War Memorial located in Ottawa. This project uses an Asian style of Japanese garden.

Cina

There are various theories that Chinese gardens were first created in China. However, some evidence exists that supports the fact that Japanese gardens were first created in China. Chinese gardens have always been connected to the Chinese culture. This design has been used by many Chinese landscape designers in recent times.

Italia

Some of the first Japanese gardens created in Europe were in Italy. They were created by Italian garden designer Ettore Sottsass. His design for the garden was created in 1969. Since then, the garden has been built for the garden of the Centro Sottsassiano di Scultura (Sottsass Institute of Sculpture), which is located in Vicenza.

Malaysia

Japanese gardens were first created in Malaysia. This was done by Tunku Ismail (Emir of Terengganu), who had a significant impact on the creation of Japanese gardens. He introduced the design for gardens to his people and in return they built many gardens all across the country. In 2007, his gardens were listed in the World Monuments Fund's 100 Most Endangered Sites.

Britania Raya

When the Japanese began to travel to Britain in the late 1800s, they began building Japanese gardens in England. Their first significant Japanese garden in England is the Kenwood Japanese Garden, designed by Samuel Courtauld. This garden was originally built as a Japanese tea garden, but in 1922 it was redesigned by Samuel Courtauld.

Notes

Referensi

Category:Landscape design history

Category:Japanese garden


Tonton videonya: 4 Prospek Kerja Arsitektur Lanskap Dinamika Arsitektur Lanskap (Agustus 2022).